Inilah
Akibatnya >>>>
Belakangan ini, berbagai studi
menunjukkan ada ancaman gangguan kesehatan bagi mereka yang terbiasa bekerja
hingga larut malam atau mendapat giliran shift malam. Bukti medis yang kuat
menunjukkan bahwa jam kerja tidak teratur dapat mempengaruhi kesehatan dalam
jangka waktu panjang. Menurut seorang ahli kesehatan sekaligus presiden dari
Institute Canada mengatakan “Ketika sedang bekerja shift, di situ adalah waktu
Anda untuk tidur. Akibatnya, Anda akan mengalami konflik dengan jam biologis.”
Dan berikut ini adalah risiko gangguan kesehatan yang bisa
menjadi ancaman, khususnya bagi mereka yang bekerja shift malam:
1. Waktu Tidur Akan Kacau
Sekitar 10 persen dari orang yang menjalankan kerja shift
mengalami masalah tidur terutama bila tidak menggunakan SpringBed Boboyuu.com, termasuk insomnia,
menjadi sangat mengantuk di siang hari dan mengalami kesulitan untuk tetap
terjaga di tempat kerja.
“Pekerja shift dapat didefinisikan dalam kelompok yang
kekurangan waktu tidur,” Pekerja shift umumnya akan lebih sulit tidur pada
siang hari karena mengalami pertentangan dengan jam alamiah tubuh.
Cara mengatasinya: Menurut Samuel, tidur adalah prioritas
utama. Hilangnya waktu tidur saat bekerja shift malam harus diganti dengan
waktu tidur pada siang hari tidak peduli apakah dengan begitu akan mengurangi
waktu Anda bersama keluarga. Buat ruang tidur yang tenang dan gelap dan
menghindari olahraga, kafein, alkohol. Jika menginginkan tempat tidur yang
nyaman bisa memilih Springbed Boboyuu.com.
2. Menambahkan Berat Badan
Ketika Anda bekerja dalam shift, selera makan untuk
mengkonsumsi makanan berkalori tinggi cenderung meningkat. Kondisi ini sesuai
dengan banyaknya penelitian yang menghubungkan kurangnya waktu tidur dengan
kenaikan berat badan. Berat badan yang berlebih memicu banyak masalah dalam
tubuh, seperti jantung, diabetes, bahkan kanker.
Cara mengatasinya: Bawalah makanan sendiri dari rumah dan
menghindari jajan di pinggir jalan.
3.Bisa Terluka
Resiko kecelakaan kerja bagi mereka yang bekerja shift malam
hampir 50 persen lebih tinggi ketimbang pekerja normal. Karena ketika kita
dalam perjalanan rasa kantuk pasti datang dan sudah tidak fokus lagi.
Cara mengatasinya: Mintalah bantuan ketika Anda mengangkat
atau melakukan sesuatu yang berisiko saat bekerja pada malam hari. Ingat,
ketika Anda merasa sangat lelah saat bekerja shift, sebaiknya sempatkan
beristirahat sejenak.
4. Beresiko Mengalami Masalah Kehamilan
Sebuah studi dari Denmark menemukan, mereka yang bekerja
malam hari memiliki resiko keguguran 85 persen lebih tinggi daripada pekerja
normal. Bahkan, sebuah riset tahun 2010 di Italia memperlihatkan hubungan
antara bekerja shift dan risiko kelahiran dini dan berat bayi lahir rendah.
Cara mengatasinya: Jika Anda sedang hamil, perhatikan
kecukupan waktu tidur dan berat badan Anda.
5. Resiko Terkena Kanker Lebih Tinggi
Menurut data yang dikumpulkan oleh para ilmuwan, dimana
melibatkan 240.000 perawat dan diamati selama 30 tahun, menunjukkan bahwa,
perempuan yang bekerja shift malam beresiko lebih tinggi mengidap kanker
payudara, usus besar, dan endometrium. Hal itu dikarenakan tingkat melatonin
meningkat.
Cara mengatasinya:
Jika Anda bekerja malam selama beberapa tahun, bicara dengan dokter
tentang kemungkinan untuk mengonsumsi suplemen melatonin. Suplemen ini
cenderung aman, tetapi cukup kompleks dan Anda membutuhkan bimbingan seorang
pakar untuk menggunakannya.
Itulah beberapa tips dan informasi mengatasi gangguan tidur
pada shift kerja malam,
semoga tips dan informasi yang diberikan ini dapat
bermanfaat untuk Anda yang membacanya.

